Saturday, October 22, 2011

Faktor Yang Mempengaruhi Tumbesaran dan Penghasilan Tumbuhan (III) : Cahaya

Kaedah untuk menggalakkan penerimaan cahaya yang optimum.
1.  Memilih tapak penanaman yang sesuai
2.  Menanam pada jarak yang sesuai
3.  Menyediakan sokongan
4.  Mengawal rumpai
5.  Membekalkan cahaya tiruan
6.  Mencantas      

Kaedah untuk menggalakkan penerimaan cahaya yang optimum.
a)  Memilih tapak penanaman yang sesuai
·         tanah lapang dan rata
·         jauh daripada bangunan atau pokok besar
·         supaya cahaya tidak terhalang
·         supaya kadar fotosintesis tinggi

b)  Menanam pada jarak yang sesuai
·        jarak antara pokok dan baris sesuai atau seperti disyorkan
·        bergantung kepada jenis tanah
·        dapat mengurangkan persaingan mendapatkan cahaya
·        kawasan tanah yang terhad dapat diusahakan secara maksimum.
·        contoh corak penanaman :  segi tiga, segi empat , siku keluang 
·        Mengurangkan persaingan mendapatkan cahaya dengan 3 sistem / corak penanaman iaitu Sistem Segi Tiga, Sistem Segi Empat dan Sistem Siku Kluang
-       Dalam sistem segitiga  ( Kepadatan pokok  20% lebih  tinggi  berbanding segiempat.

c)      Menyediakan sokongan
·      Untuk pokok jenis memanjat dan berbatang lembut supaya tumbuhan boleh memanjat dan tumbuh tegak  untuk mendapatkan cahaya.
·      Untuk anak-anak pokok yang sedang membesar
·      Tujuannya  anak pokok mendapat cahaya matahari yang mencukupi.
·      Contoh sokongan : kayu tunggal ( Lada Hitam, Pokok Buah Naga ), berpara  ( peria ), junjung ( kacang panjang ), pagar ( tomato )


d)  Membekalkan cahaya tiruan
·      digunakan apabila tempoh penyinaran cahaya semulajadi tidak mencukupi
·      digunakan untuk mengaruh pembungaan
·      menggunakan lampu pendarflour dan lampu pijar
·      Kos  penggunaan cahaya tiruan sangat tinggi dan terhad kepada pengawal aruhan bunga supaya bunga yang dihasilkan menepati kehendak pasaran.
·      Sumber cahaya tiruan perlu digunakan serentak kerana:
o   Lampu Pijar :   
             ·         Kecekapan penukaran tenaga elektrik rendah
o   Lampu Pendaflour   :               
             ·          Kecekapan  penukaran tenaga elektik tinggi  tapi kekurangan cahaya merah dan infra merah.
·         Tinggi gelombang biru
·         Sesuai untuk pertumbuhan anakbenih

e)  Mengawal rumpai
·         Rumpai ialah tumbuhan yang tumbuh di kawasan yang tidak dikehendaki.
·         supaya rumpai tidak menaungi tanaman
·         cara mengawal rumpai seperti  mencabut, mencangkul, meracun
·         Rumpai perlu dikawal untuk mengelakan persaingan mendapatkan ruang, makanan,  cahaya antara tanaman

       f) Menanam tanaman selingan
·    Menanam tanaman jangka pendek dicelah-celah tanaman jangka panjang.
·    Contoh tanaman : keledek, pisang, jagung, kacang tanah, lada sementara menunggu hasil tanaman kelapa sawit, getah, buah-buahan.

  g) Mencantas
·    Membuang bahagian tumbuhan yang tidak diperlukan.
·    Memberikan lebih banyak cahaya sampai  ke bahagian pokok yang terlindung.

Saturday, October 8, 2011

Aduhai Hati (III)





Perkara memperbaiki hati.
a.    Al-mujahadah (kesungguhan) dalam memperbaikinya.
b.    Banyak mengingat kematian dan hari akhirat.
c.    Bergaul dengan orang-orang yang saleh.
d.    Hatinya selalu terkait dengan Penciptanya dan Sembahannya.e.    Amalan saleh dengan semua bentuknya.
f.    Memanfaatkannya (hati) sesuai dengan tujuan penciptaannya.
g.    Berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Perkara memperbaiki hati.
a.    Al-mujahadah (kesungguhan) dalam memperbaikinya.
Dan orang-orang yang bermujahadah untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Abu Hafsh An-Naisaburi berkata, “Saya menjaga hatiku selama dua puluh tahun kemudian dia yang menjagaku selama dua puluh tahun.” (rujuk Nuzhah Al-Fudhala`: 1205)
b.    Banyak mengingat kematian dan hari akhirat.
 Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian” (HR. Imam Empat kecuali Abu Daud)
Dan beliau juga bersabda tentang ziarah kubur, “Karena sesungguhnya dia mengingatkan kalian kepada negeri akhirat -dalam sebagian riwayat: Kematian-.” (HR. An-Nasa`i )
tdan Ibnu Majah juga dari Abu Hurairah
Said bin Jubair -rahimahullah- berkata, “Seandainya mengingat kematian hilang dari hatiku niscaya saya khawatir kalau hal itu akan merusak hatiku.”
c.    Bergaul dengan orang-orang yang saleh.
Abu Musa Al-Asy’ari  berkata bahawa Nabi  bersabda “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka mungkin dia akan memberikannya kepadamu atau mungkin juga kamu akan membeli darinya atau paling tidak kamu mencium bau wangi di sekitarmu. Adapun pandai besi, maka kalau dia tidak membakar pakaianmu maka paling tidak kamu mencium bau busuk di sekitarmu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bahkan Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka,” (QS. Hud: 113)
d.    Hatinya selalu terkait dengan Penciptanya dan Sembahannya.
“Engkau menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan kalau kamu tida sanggup melihat-Nya maka yakinlah kalau Dia melihatmu.” (Muttafaqun alaih)
Ibnu Al-Qayyim berkata dalam Al-Wabil Ash-Shayyib, “Sesungguhnya di dalam hati ada wahsyah (sifat liar) yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan ketenangan dalam mengingat Allah, di dalamnya ada kesedihan yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kegembiraan mengenal-Nya, dan padanya ada kefakiran yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kejujuran tawakkal kepada-Nya, yang seandainya seseorang diberikan dunia beserta segala isinya niscaya kefakiran tersebut tidak akan hilang.”
e.    Amalan saleh dengan semua bentuknya.Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri.” (QS. Fushshilat: 46)
berkata Ibn Abbas , “Sesungguhnya amalan baik memberikan cahaya pada hati, kecemerlangan pada wajah, kekuatan pada badan, tambahan pada rezeki, kecintaan di dalam hati-hati para hamba.”

Sebesar-besar bahkan landasan setiap amalan yang saleh adalah ilmu agama yang bermanfaat, dengannyalah seorang hamba mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. 

Hadits Muawiah bin Abi Sufyan: Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan pada dirinya maka Dia akan memberikannya pemahaman dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
f.    Memanfaatkannya (hati) sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Ini adalah hal yang boleh difahami secara akal, yakni suatu benda yang dibuat untuk mengerjakan sesuatu pasti akan rusak kalau digunakan untuk selain dari tujuan pembuatannya. Dan tujuan diciptakannya hati dan akal adalah untuk mentadabburi ayat-ayat Allah yang bersifat syar’i dan kauni yang darinya akan lahir amalan-amalan sebagai tanda keimanan dia kepada Allah.
Pernah ditanyakan kepada Ummu Ad-Darda` -radhiallahu anha- tentang ibadah suaminya yang paling sering dia lakukan, maka beliau menjawab, “Berpikir dan mengambil pelajaran (darinya).”
g.    Berdzikir kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)
 “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.” (QS. Thaha: 124-126)

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Aduhai Hati (II)

Perbandingan antara hati dengan pendengaran dan penglihatan
1.  Nabi s.a.w. bersabda dalam hadits ibnu Mas’ud:
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam hati ada segumpal daging yang kalau dia baik maka akan baik pula seluruh anggota tubuh, dan kalau dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh, ketahuilah di adalah hati.” (Muttafaqun alaih)

2. Mata, telinga dan hati adalah tiga anggota tubuh paling penting, paling mulia dan paling sempurna pada manusia karena dengan penglihatan mata, pendengaran telinga dan penglihatan hati semua ilmu sampai dan  berpindah.


 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra`: 36)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah menyatakan dalam Al-Majmu’ Al-Fatawa (9/310) yang kesimpulannya sebagai berikut: “Penglihatan adalah yang terendah di antara ketiganya karena dia hanya mengetahui sesuatu yang terlihat pada saat itu, berbeda halnya dengan pendengaran dan hati karena kedua mampu mengetahui sesuatu yang tidak terlihat, baik yang terjadi di zaman dahulu maupun di zaman yang akan datang. Kemudian pendengaran dan hati berbeda dari sisi: Hati itu sendiri mampu memahami sesuatu sementara pendengaran hanya berfungsi sebagai pengantar ucapan (yang berisi ilmu) kepada hati.”

Wednesday, October 5, 2011

2.1 Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Penghasilan Tumbuhan : Iklim (II)

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan cahaya oleh tumbuhan:
·         Keluasan permukaan daun
·         Susunan daun       
·         Topografi
·         Naungan

Faktor yang mempengaruhi penerimaan cahaya oleh tumbuhan
·        Keluasan Permukaan Daun – Lebih luas daun bermakna lebih banyak sel daun melakukan proses fotosintesis
·        Susunan Daun – Kedudukan daun pada  pokok, daun yang berlapis menyebabkan daun di bahagian bawah kurang menerima cahaya.
·        Topografi – Bentuk muka bumi yang rata atau berbukit. Bahagian berbukit yang terdedah kepada cahaya akan menerima cahaya yang lebih banyak berbanding dengan bahagian terlindung.
·        Naungan ialah kaedah untuk mengurangkan kadar penerimaan cahaya matahari oleh tumbuhan. Contohnya membuat bangsal menggunakan bumbung daripada jaring hitam mengurangkan  kadar penerimaan cahaya / meningkatkan peratus naungan.